Who am I today?
Sudah sadarkah
siapa kita hari ini? Kita adalah manusia dengan banyak identitas yang melekat
pada diri kita. Kita adalah makhluk ciptaan tuhan, kita adalah seorang hamba,
kita adalah bangsa Indonesia, kita adalah seorang anak, kita adalah seorang
mahasiswa, kita adalah seorang mahasiswa, kita adalah seorang teman, dan lain
sebagainya. Ya, itu identitas kita, setiap identitas selalu mempunyai
kebermanfaat, setiap identitas selalu mempunya pertanggung jawaban.
Menyadari setiap
identitas, berarti juga kita menyadari kapan dan dimana kita harus menempatkan
identitas kita di waktu dan tempat yang sesuai. Menjalankan kewajiban kita
sesuai dengan identitas kita. Dan kita wajib menyadari siapa kita, apa
identitas kita.
Sadari setiap apa
yang kamu lakukan, apakah itu bermafaat? Untuk siapakah mafaat itu? Untuk
dirimu? Atau untuk orang-orang di sekitarmu untuk masyarakat? Lakukanlah jika
itu bermanfaat untuk orang di sekitarmu, jangan hanya untuk kepuasan dirimu,
karna itu tidak akan bertahan lama, itu hanya sesaat.
Kita adalah
mahasiswa, sadarilah apa yang menjadi kewajibanmu sebagai mahasiswa. Kerjakan
kewajibanmu dahulu sebelum kamu menuntut apa yang menjadi hakmu. Jadilah
mahasiswa yang baik, dan pertanggung jawabkan identitasmu itu sebagai
mahasiswa.
Jadilah mahasiswa
dengan kesadaranmu, jadilah manusia yang baik. Buatlah dirimu, orang-orang di
sekitarmu, dan negaramu bangga dengan apa yang kamu lakukan. Jangan takut
salah, jangan takut jika kamu berbeda. Tanamkan dan tumbuhkan mental yang siap
disalahkan, karna itu awal membentuk mental yang baik.
Ketika kamu
menjadi seorang mahasiswa, jangan lupakan identitasmu sebagai hamba yang harus
selalu beribadah kepada Tuhan, jangan lupakan identitas sebagai anak yang harus
taat kepada orang tua, jangan lupakan identitas sebagai masyarakat yang harus
turun juga ke dalam masyarakat.
Jangan persempit
tujuanmu, perluas tujuanmu. Jangan hanya konsep luar yang kamu pikirkan,
mulailah memikirkan dari konsep dalam. Lakukan tahap demi tahap, dari yang
terkecil naik ke tahap berikutnya, naik lagi ketahap selanjutnya, hingga sampai
pada hal yang terbesar dari konsep luarmu itu bisa tercapai dan terwujud.
Jadilah awal yang
baik, generasi penerus bangsa yang baik, sosok pembangun negeri ini, berjiwa
kepemimpinan, mejadi teladan, pelopor, motivator untuk bangsa Indonesia ini.
Semua adalah
pilihan, dan pilihan itu ada di dalam dirimu sendiri. Yang menetukan pilihan
adalah dirimu. Tidak ada pilihan yang salah, yang ada pilihan yang terbaik.
Ketika itu sudah menjadi pilihanmu, lakukan, kerjakan, dan konsisten dengan apa
yang kamu pilih. Itu bukan pilihan yang salah, bukan pilihan yang kebetulan,
tapi itulah pilihan yang terbaik untuk dirimu.
Pilihlah apayang
menjadi pilihanmu mulai sekarang, sebelum semua terlambat dan hanya menjadi
penyesalan. Mau jadi apakah kamu? Untuk siapakah kamu bekerja? Mau menjadi
sarjana? Semua orang bisa menjadi sarjana dan pasti menjadi sarjana, tapi
sarjana yang punya banyak cerita itu adalah pilihan. Maka tentukan pilihanmu.
Buatlah rytme
planmu tiap harinya tiap pekannya, jadikan kamu yang mengatur plan waktunya,
bukan kamu yang mengikuti orang.
Ketika kamu mepunyai keinginan yang besar,
maka risiko yang datang juga akan semakin besar. Dari situlah sesuatu yang
besar juga akan muncul. Sesuatu yang besar tidak secara instan didapat. Semua
ada alurnya, prosesnya. Nikmati proses situ, dari yang terkecil, dari yang
terbawah, dari masalah-masalah sepele sampai sesuatu yang besar muncu dengan
masalah yang besar pula. Tetap hadapi, tetap jalani, jangan pernag lari atau
meninggalkan satu tahapan proses itu. Maka jangan takut dengan risiko yang
besar, hadapi, maka kamu akan menemukan jiwa yang besar dan keinginan yang
besar bisa tercapai.
Tuliskan setiap gagasan, ide, pikiran, dan
apapun itu yang terbesit didalam pikiranmu. Jadikan tulisanmu menjadi awal
pikiran masyarakat, membangun kesadaran nasional, menentang penyimpangan dan
ketidakadilan, dan membangun persatuan. Dengarkan semua hal dan saringlah
dengan kesadaran akal, optimasikan mekanisme pandang, dan berkreatiflah dan
berani mengekspresikan jiwa dalam bahasa. Tak perlu menjadi seorang penulis,
tapi punyailah karya tulis.