SYAREKAT DAGANG ISLAM
Oleh
: Bapak Rosnendya Yudha
Semangat Samanhudi, semangat
kemandirian dan kemerdekaan negeri
Lebih pantas dijadikan patokan Hari
Kebangkitan Nasional
1.
Syarekat Dagang Islam lahir
bukan karena terinspirasi dari lahirnya Budi Utomo, bahkan Syarekat Dagang
Islam lahir terlebih dahulu daripada Budi Utomo. Yaitu lahir pada tanggal 16
oktober 1905, 3 tahun lebih dulu daripada Budi Utomo yang lahir pada tanggal 20
Mei 1908.
2.
Cabang SDI ada di seluruh
Indonesia (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi) kecuali di Papua Barat (Irian
Jaya).
3.
Keangotaan SDI Terbuka
untuk umum sedangkan Budi Utomo hanya beranggotakan yang masih berhubungan
saudara-saudara saja.
SDI berubah nama menjadi syarikat Islam (SI) tahun 1916
dengan jumlah anggota 36.000 anggota dan tahun 1919 anggotanya bertambah
menjadi 200.000 anggota.
Kongres I : Diadakan pada tanggal 26 Januari 1913 di
Surabaya. Samanhudi disambut secara besar- besaran. Kata Nasional pertama kali
di perdengarkan kepada khalayak umum oleh SI.
Laporan Asisten Residen kepolisian tanggal 12 Februari
1913 : massa yang hadir pada Kongres I kurang lebih 8.000-10.000 orang yang
dipimpin oleh HOS. Cokro Aminoto.
Program kerja SI dibagi :
1.
Mengenai politik SI, dibuat
dewan-dewan daerah.
2.
Menuntut penghapusan kerja
dan sistem izin pergi-pergi.
3.
Menuntut penghapusan
peraturan diskriminatif dala penerimaan murid di sekolah-sekolah (bidang
pendidikan).
4.
SI menuntut dihapuskan segala
peraturan undang-undang dan menghambat tersiarnya Islam (bidang agam).
5.
Menuntut pemisaha Yudikatif
dan Eksekutif.
6.
Menuntut perbaikan di
bidang agrarian tentangpenghapusan (milik tanah).
7.
Menuntut adanya pajak-pajak
berdasarkan proporsional serta pajak laba-laba perkebunan (bidang keuangan).
Kalau kita ingin maju, kita harus belajar bagaimana kita dulu pernah
maju.
8.
Menuntu pemerintahan untuk
memerangi minuman keras dan candu, perjudian, prostitusi, dan melarang
menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar