Jumat, 23 September 2016

Sosok Untuk Indonesia


Who am I today?

Sudah sadarkah siapa kita hari ini? Kita adalah manusia dengan banyak identitas yang melekat pada diri kita. Kita adalah makhluk ciptaan tuhan, kita adalah seorang hamba, kita adalah bangsa Indonesia, kita adalah seorang anak, kita adalah seorang mahasiswa, kita adalah seorang mahasiswa, kita adalah seorang teman, dan lain sebagainya. Ya, itu identitas kita, setiap identitas selalu mempunyai kebermanfaat, setiap identitas selalu mempunya pertanggung jawaban.

Menyadari setiap identitas, berarti juga kita menyadari kapan dan dimana kita harus menempatkan identitas kita di waktu dan tempat yang sesuai. Menjalankan kewajiban kita sesuai dengan identitas kita. Dan kita wajib menyadari siapa kita, apa identitas kita.

Sadari setiap apa yang kamu lakukan, apakah itu bermafaat? Untuk siapakah mafaat itu? Untuk dirimu? Atau untuk orang-orang di sekitarmu untuk masyarakat? Lakukanlah jika itu bermanfaat untuk orang di sekitarmu, jangan hanya untuk kepuasan dirimu, karna itu tidak akan bertahan lama, itu hanya sesaat.

Kita adalah mahasiswa, sadarilah apa yang menjadi kewajibanmu sebagai mahasiswa. Kerjakan kewajibanmu dahulu sebelum kamu menuntut apa yang menjadi hakmu. Jadilah mahasiswa yang baik, dan pertanggung jawabkan identitasmu itu sebagai mahasiswa.

Jadilah mahasiswa dengan kesadaranmu, jadilah manusia yang baik. Buatlah dirimu, orang-orang di sekitarmu, dan negaramu bangga dengan apa yang kamu lakukan. Jangan takut salah, jangan takut jika kamu berbeda. Tanamkan dan tumbuhkan mental yang siap disalahkan, karna itu awal membentuk mental yang baik.

Ketika kamu menjadi seorang mahasiswa, jangan lupakan identitasmu sebagai hamba yang harus selalu beribadah kepada Tuhan, jangan lupakan identitas sebagai anak yang harus taat kepada orang tua, jangan lupakan identitas sebagai masyarakat yang harus turun juga ke dalam masyarakat.

Jangan persempit tujuanmu, perluas tujuanmu. Jangan hanya konsep luar yang kamu pikirkan, mulailah memikirkan dari konsep dalam. Lakukan tahap demi tahap, dari yang terkecil naik ke tahap berikutnya, naik lagi ketahap selanjutnya, hingga sampai pada hal yang terbesar dari konsep luarmu itu bisa tercapai dan terwujud.

Jadilah awal yang baik, generasi penerus bangsa yang baik, sosok pembangun negeri ini, berjiwa kepemimpinan, mejadi teladan, pelopor, motivator untuk bangsa Indonesia ini.

Semua adalah pilihan, dan pilihan itu ada di dalam dirimu sendiri. Yang menetukan pilihan adalah dirimu. Tidak ada pilihan yang salah, yang ada pilihan yang terbaik. Ketika itu sudah menjadi pilihanmu, lakukan, kerjakan, dan konsisten dengan apa yang kamu pilih. Itu bukan pilihan yang salah, bukan pilihan yang kebetulan, tapi itulah pilihan yang terbaik untuk dirimu.

Pilihlah apayang menjadi pilihanmu mulai sekarang, sebelum semua terlambat dan hanya menjadi penyesalan. Mau jadi apakah kamu? Untuk siapakah kamu bekerja? Mau menjadi sarjana? Semua orang bisa menjadi sarjana dan pasti menjadi sarjana, tapi sarjana yang punya banyak cerita itu adalah pilihan. Maka tentukan pilihanmu.

Buatlah rytme planmu tiap harinya tiap pekannya, jadikan kamu yang mengatur plan waktunya, bukan kamu yang mengikuti orang.

 Ketika kamu mepunyai keinginan yang besar, maka risiko yang datang juga akan semakin besar. Dari situlah sesuatu yang besar juga akan muncul. Sesuatu yang besar tidak secara instan didapat. Semua ada alurnya, prosesnya. Nikmati proses situ, dari yang terkecil, dari yang terbawah, dari masalah-masalah sepele sampai sesuatu yang besar muncu dengan masalah yang besar pula. Tetap hadapi, tetap jalani, jangan pernag lari atau meninggalkan satu tahapan proses itu. Maka jangan takut dengan risiko yang besar, hadapi, maka kamu akan menemukan jiwa yang besar dan keinginan yang besar bisa tercapai.

 Tuliskan setiap gagasan, ide, pikiran, dan apapun itu yang terbesit didalam pikiranmu. Jadikan tulisanmu menjadi awal pikiran masyarakat, membangun kesadaran nasional, menentang penyimpangan dan ketidakadilan, dan membangun persatuan. Dengarkan semua hal dan saringlah dengan kesadaran akal, optimasikan mekanisme pandang, dan berkreatiflah dan berani mengekspresikan jiwa dalam bahasa. Tak perlu menjadi seorang penulis, tapi punyailah karya tulis.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar