Minggu, 23 Oktober 2016

Dana Sosial

Dana Sosial
Untuk mengumpulkan dana sosial untuk melengkapi tugas mocas ketiga yang akan disalurkan kepada pedagang yang membutuhkan, kami kelompok seudati sepakat untuk mencari dana sosial dengan cara berjualan jajanan/gorengan. Dengan modal 10.000 dari panitia ditambah 38.000 modal dari kami sendiri, kami memutuskan hari pertama berjualan tahu bakso sebanyak 60 biji.
Hari pertama dari kelompok seudati dibagi 3 orang untuk berjualan, yaitu saya. Diella, dan Krisna dengan perorang membawa 20 biji tahu bakso untuk dijual di kelas/gedung masing-masing. Hari pertama berjualan alhamdulillah lancar, Diella dan Krisna tahu baksonya habis, tetapi tahu bakso saya bersisa 4 biji.
Hari kedua kelompok kami menambah menu untuk jualan kami, yaitu molen. Di hari kedua saya berinisisatif datang ke kampus lebih pagi dan menaruh jualan di kantin kejujuran. Alhamdulillah jualan hari ini semua lancar. Dari tiap anak yang berjualan semua tahu bakso dan molennya habis.
Hari ketiga masih sama, kami tetap berjualan. Bahkan semangat kami semakin tinggi untuk mengumpulkan dana sosial ini. Seperti hari kedua kemarin saya pergi ke kampus lebih pagi dan menaruh jualan di kantin kejujuran. Kali ini saya menambah porsi jualan dengan harapan hasil yang didapat semakin besar dan banyak.
Hari ketiga saya berjualan, nasib baik sedang tidak datang menghampiri saya. Karena saya ada jadwal mata kuliah sampai sore, hingga lupa untuk melihat dan mengambil uang yang terkumpul di kantin kejujuran. Sore itu selesai kuliah terakhir, saya langsung menghampiri kotak uang saya di kantin kejujuran, sayangnya jualan saya habis tapi uang yang di kotak yang seharusnya 60.000 hanya tersisa 20.000.
Seketika saya langsung down, kecewa, marah dan kesal. Teman-teman saya yang melihatpun tidak tega, akhirnya mereka patungan untuk melengkapi uang danus yang hilang, walaupun tidak genap 60.000, tetapi saya cukup terharu dengan kelakuan teman-teman saya.
Hari keempat jualan, kami berjualan di CFD (Car Free Day) di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Disini dari kelompok seudati hanya 4 orang yang turun untuk berjualan di CFD.
Setelah turun langsung berjualan di CFD ternyata tidak mudah, banyak orang disana, akan teta[I banyak pula pesaing penjual yang lain. Disana kami berusaha keras agar jualan kami laku. Alhamdulillah akhirnya jualan kami juga habis, walaupun sampai siang.
Dari pengalaman sya untuk mengumpulkan dana sosial dengan cara berjuala, ternyata berjualan itu tidak mudah. Jika kamu berani berjualan, maka kamu juga harus menyiapkan mentalmu untuk berani bersaing dan berani jatuh. Karena hidup tak selamanya mulus, selalu ada jalan berlubang dalam hidup. Dan itu yang mebuat kita bangkit dan semangat, untuk tidak jatuh di lubang yang sama dan untuk menjadi lebih baik lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar